Kamis, 10 Oktober 2019

Tugas pertama (makalah kelompok 7) Perencanaan dan Pengembangan Karier





PERENCANAAN dan PENGEMBANGAN KARIER


KELOMPOK 7
DHIYA SEKARINI                          (21216948)
GOLDVIYANTI                               (23216083)
NOVITA BR NABABAN                 (25216505)
VINCENSIA LEONI OKTAVIA     
(27216547)

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
FAKULTAS EKONOMI / S1 AKUNTANSI
UNIVERSITAS GUNADARMA
PTA 201
9/2020

BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Telah berulang-ulang disebutkan bahwa keberhasilan suatu organisasi atau institusi kerja ditentukan oleh dua faktor utama, yakni faktor sumber daya manusia (karyawan atau pegawai), dan sarana-prasarana atau fasilitasnya. Sumber daya manusia atau karyawan sebuah organisasi terdiri dari  individu-individu yang sangat bervariasi, baik dilihat dari jabatan di dalam organisasinya maupun latar belakang pendidikannya. Kapasitas atau kemampuan sumber daya manusia dalam organisasi tercermin pada latar belakang pendidikan dari masing-masing individu karyawan. Oleh karena tuntutan dari luar organisasi, sebuah organisasi harus dinamis dan senantiasa mengembangkan diri seirama dengan tuntutan lingkungan atau dunia luar. Maka dari itu, berapa besar kemampuan dan seberapa tingginya tingkat pendidikan para karyawan suatu organisasi, tidak akan dapat mengikuti tuntutan perkembangan, tanpa mengembangkan diri secara terus menerus
            Pembahasan tentang perencanaan karier dalam rangka manajemen sumber daya manusia bertitik tolak dari asumsi dasar bahwa seseorang yang mulai bekerja setelah penempatan dalam suatu organisasi akan terus bekerja untuk organisasi tersebut selama masa aktifnya hingga ia memasuki usia pensiun. Berarti ia ingin meniti karier dalam organisasi itu.
            Suatu karier adalah semua pekerjaan (atau jabatan) yang dipunyai (atau dipegang) selama kehidupan kerja seseorang. Bagi banyak orang, pekerjaan-pekerjaan tersebut merupakan suatu bagian dari rencana  yang disusunnya secara hati-hati. Bagi orang-orang lain, karier mereka mungkin sekedar ‘nasib’. Memang perencanaan karier tidak menjamin keberhasilan karier. Sikap atasan, pengalaman, pendidikan dan juga ‘nasib’ memainkan peranan penting dalam permasalahan ini. Tetapi, bagaimana juga, perencanaan karier diperlukan bagi para karyawan untuk selalu siap menggunakan kesempatan karier yang ada. Orang-orang sukses biasanya mengembangkan berbagai rencana karier dan kemudian berupaya untuk mencapai rencana-rencana mereka. Pendek kata, karier harus dikelola melalui suatu  perencanaan yang cermat. Bila tidak, para karyawan akan sering tidak siap memanfaatkan berbagai kesempatan karier, dan departemen personalia akan menghadapi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan penyusunan personalia (staffing) internal organisasi.
B.      Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari karir ?
2.      Apa pengertian dari perencanaan karir ?
3.      Apa pengertian dari pengembangan karir ?
4.      Bagaimana ruang lingkup perencanaan karir ?
5.      Bagaimana langkah-langkah perencanaan karir ?
6.      Bagaimana pertimbangan dalam perencanaan karir ?
7.      Bagaimana informasi dan konseling pada perencanaan karir ?
8.      Apa manfaat perencanaan karir ?
9.      Apa Manfaat pengembangan karir ?

C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian karir
2.      Untuk mengetahui pengertian perencanaan karir
3.      Untuk mengetahui pengertian pengembangan karir
4.      Untuk mengetahui ruang lingkup perencanaan karir dalam perusahaan
5.      Untuk mengetahui langkah-langkah dalam perencanaan karir
6.      Untuk mengetahui pertimbangan dalam perencanaan karir
7.      Untuk mengetahui informasi dan konseling pada perencanaan karir
8.      Untuk mengetahui manfaat dari perencanaan karir
9.      Untuk mengetahui manfaat dari pengembangan karir





BAB II
I
SI

A.    Pengertian Karier
            Istilah “karier” telah digunakan untuk menunjukkan orang-orang pada masing-masing peranan atau status mereka. Literatur ilmu pengetahuan menegenai perilaku (behavioural science) pada umumnya menggunakan istilah tersebut dengan tiga pengertian.
1.      Karier sebagai suatu urutan promosi atau pemindahan (transfer) lateral kejabatan-jabatan yang lebih menuntut tanggung-jawab atau kelokasi-lokasi yang lebih baik dalam atau menyilang hirarki hubungan kerja selama kehidupan kerja seseorang
2.      Karier sebagai petunjuk pekerjaan-pekerjaan yang membentuk suatu pola kemajuan yang sistematik dan jelas – jalur karier.
3.      Karier sebagai sejarah pekerjaan seseorang, atau serangkaian posisi yang di pegang selama kehidupan kerja. Dalam konteks ini, semua orang dengan sejarah kerja disebut mempunyai karier

B.     Pengertian Perencanaan Karier
            Perencanaan karier adalah keputusan yang diambil sekarang tentang hal-hal yang akan dikerjakan di masa depan, berarti bahwa seseorang yang sudah menetapkan rencana kariernya, perlu mengambil langkah-langkah tertentu guna mewujudkan rencana tersebut.
C.    Pengertian Pengembangan Karier
            Betapapun baiknya suatu rencana karier yang telah dibuat oleh seseorang pekerja disetai oleh suatu tujuan karier yang wajar dan realistik, rencana tersebut tidak akan menjadi kenyataan tanpa adanya pengembangan karier yang sistematik dan programmatik.
D.    Ruang Lingkup Perencanaan Karier
            Perencanaan karier merupakan bagian yang sangat penting karena menentukan dinamika organisasi atau perusahaan untuk manajemen sumber daya manusia. Ruang lingkup perencanaan karier mencakup hal-hal sebagai berikut:

a.       Perencanaan Jenjang Jabatan/Pangkat
            Jabatan adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak seorang karyawan dalam suatu rangkaian susunan organisasi. Dalam hal ini, baik jabatan structural maupun jabatan fungsional, seperti, peneliti, dokter penasehat, yang memiliki jenjang karier masing-masing. Pangkat adalah kedudukan yang menunjukkan tingkat seorang karyawan atau pegawai dalam rangkaian susunan kepegawaian dan yang digunakan sebagai dasar penggajian. Semakin tinggi pangkat, semakin terbatas pula jumlah personel yang menduduki kepangkatan tersebut. Dengan demikian, terdapat pyramidal kepangkatan yang serasi sesuai dengan prinsip rentang kendali (span of control) dalam suatu organisasi atau perusahaan.
            Suatu perencanaan jenjang jabatan/pangkat perlu memperlihatkan factor-faktor, yaitu sifat tugas, beban tugas, dan tanggung jawab. Hal  ini berarti, semakin tinggi jabatan/pangkat seseorang dalam suatu organisasi, semakin kompleks sifat tugasnya dan berat pula tanggung jawab yang dipikulnya. Tujuan kenaikan pangkat maupun jabatan adalah untuk mengembangkan kebijakan dan metode kerja lebih lanjut yang akan membawa organisasi bersangkutan lebih maju lagi. Dalam hal ini, perlu diperhatikan tingkat kepangkatan, dasar pendidikan, dasar kemampuan, dan dasar keahlian.

b.      Perencanaan Tujuan Organisasi
            Suatu organisasi atau perusahaan mutlak harus mempunyai tujuan yang jelas. Perumusan tujuan harus didasarkan pada perencanaan yang matang sebab dari tujuan organisasi inilah akan dapat ditentukan:
1.      Besar kecilnya misi organisasi;
2.      Berat ringannya tugas  pekerjaan;
3.      Spesifikasi pekerjaan yang perlu dirumuskan;
4.      Jenis kelompok pekerjaan yang perlu disusun;
5.      Kuantitas dan kualitas personel yang diperlukan.
E.     Langkah-Langkah Perencanaan Karier
            Ada 4 langkah-langkah perencanaan karier, yaitu:
·         Menilai diri sendiri
·         Menetapkan tujuan karier
·         Menyiapkan rencana-rencana kegiatan untuk mencapai tujuan karier
·         Melaksanakan rencana-rencana
F.     Berbagai Pertimbangan Dalam Perencanaan Karier
            Dalam proses perencanaan karir, perlu dipertimbangkan beberapa hal, khusus yang menyangkut masa jabatan atau pemindahan jabatan seseorang yang berpengaruh pada jenjang karirnya. Pertimbangan-pertimbangan itu ialah singkatnya masa jabatan, terlalu lamanya masa jabatan, dan keinginan dipindahkan dari jabatan. Tiga hal tersebut patut menjadi perhatian.
            Singkatnya Masa Jabatan. Bila seseorang memangku jabatan belum cukup lama, pemindahan jabatan mengakibatkan hal-hal yang kurang baik, yaitu:
  1. Pada umumnya, ia belum mengenal dan menghayati pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya selama jabatan tersebut.
  2. Program kerja yang mungkin sudah ditetapkan belum sempat diselesaikan.
  3. Belum bulat penghayatannya pada jabatan yang dipangku, sudah harus menyiapkan diri memahami jabatan baru.
  4. Secara psikologis menimbulkan pertanyaan yang sulit dijawab sebab-sebabnya.

            Terlalu Lamanya Masa Jabatan. Masa jabatan seseorang terlalu lama dalam suatu organisasi juga merupakan gejala tidak sehat. Akibat-akibat yang mugkin timbul antara lain:
  1. Hinggapnya rasa bosan karena pekerjaan-pekerjaan  yang sama dalam masa yang lama, sehingga kurang variasi.
  2. Sikap pasif dan apatis serta mundurnya motivasi serta inisiatip dalam bekerja.
  3. Menumpulkan kreativitas seseorang karena tak adanya tantangan yang berarti.
  4. Menimbulkan iklim bekerja yang statis clan tidak mudah diubah dan menutup kemungkinan pejabat baru dari generasi penerusnya.
            Keinginan Pindah Jabatan. Harapan untuk dipindahkan dari jabatan lama ke jabatan baru selalu ada dalam pikiran para karyawan atau anggota suatu organisasi. Berbagai penyebab keinginan dari harapan tersebut antara lain sebagai berikut:
  1. Seseorang terlalu lama menjabat suatu jabatan yang terpencil/daerah terpencil, sehingga dirasakan tidak mudah mengembangkan diri.
  2. Rasa kurang tepat pada jabatan yang sekarang dijabat/diemban, karena tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan, pengalaman atau keinginannya.
  3. Merasa bahwa jabatan yang sekarang sekedar sebagai batu loncatan, untuk meniti karir lebih lanjut.
G.    Informasi dan Konseling Pada Perencanaan Karier

A.    Informasi pada Perencanaan Karier
            Departemen personalia seharusnya memberikan kepada karyawan berbagai informasi yang mereka butuhkan untuk merencanakan karier. Sebagian besar informasi ini telah tersedia sebagai bagian system informasi sumber daya manusia. Departemen personalia juga dapat mengidentifikasikan lowongan-lowongan pekerjaan di waktu yang akan datang melalui rencana-rencana kepegawaian.
            Bila pekerjaan-pekerjaan yang berbeda memerlukan keterampilan yang sama, maka disebut job families. Jalur-jalur karier dalam suatu “keluarga” pekerjaan membuutuhkan tambahan latihan sedikit karena keterampilan-keterampilan setiap pekerjaan sangat berkaitan. Dengan tersedianya informasi tentang “keluarga” pekerjaan, para karyawan dapat menemukan berbagai karier yang feasible. Mereka kemudian dapat mengevaluasi jalur-jalur karier tersebut dengan bertanya kepada karyawan lain yang pernah memegang jabatan-jabatan yang ada di sepanjang jalur.
            Departemen personalia juga dapat mendorong perencanaan karier melalui penyediaan informasi tentang berbagai alternative jalur karier. Informasi ini mencakup juga persyaratan-persyaratan jabaran yang harus dipenuhi.
B.     Konseling karier
            Untuk membantu para karyawan menetapkan sasaran-sasaran karier dan menentukan  jalur-jalur karier yang tepat, departemen personalia bisa menawarkan bimbingan karier. Bimbingan ini hendaknya dilakukan oleh pembimbing yang cakap sebagai sumber saran. Pembimbing (konselor) mungkin hanya perlu mendengarkan minat karyawan dan memberikan informasi pekerjaan tertentu. Atau pembimbing bisa membantu para karyawan menyingkap minat mereka dengan melakukan dan menginterpretasikan tes-tes bakat dan keterampilan.
            Pembimbing karier perlu menyadari bahwa suatu karier hanyalah merupakan bagian dari rencana hidup seseorang, sehingga rencana karier yang disarankan seharusnya adalah bagian integral rencana hidup itu. Ini berarti bimbingan karier mencangkup penilaian diri karyawan. Bila pembimbing karier dapat memperoleh hasil yang evaluasidiri yang terinci, maka hal ini membantu untuk memusatkan pemikiran mereka tentang kekuatan dan kelemahandirinya. Kemudian para karyawan dapat memadukan kemampuan dan keinginan mereka dengan informasi karier yang tersedia.
            Suatu rencana karier yang memadukan keinginan karyawan dengan jalur karier yang paling sesuai dengan kenyataan bisa merugikan bila faktor-faktor lingkungan dia baikan. Oleh karena itu, pembimbing karier perlu menginformasikan kepada karyawan kemungkinan perubahan-perubahan lingkungan yang akan mempengaruhi karier mereka.
H.    Manfaat Perencanaan Karier

            Perencanaan karier, sebagaimana telah diuaraikan diatas, jelas sangat bermanfaat tidak hanya bagi para karyawan atau anggota organisasi dalam pelaksanaan tugasnya, tetapi juga bermanfaat bagi organisasi secara keseluruhan.

            Manfaat perencanaan karier dapat dikemukakan sebagai berikut:
a.       Mengembangkan karyawan yang dapat dipromosikan. Ini berarti bahwa perencanaan karier dapat membantu mengembangkan suplai karyawan internal terutama karyawan yang potensial.
b.      Menurunkan perputaran karyawan. Perhatian terhadap karier individual dalam perencanaan karier yang ditetapkan akan dapat meningkatakan loyalitas pada organisasi tempat mereka bekerja (rasa kesetiaan organisasional)
c.       Mengungkap poteensi karyawan. Adanya perencanaan karier yang jelas akan mendororng para karyawan secara individual maupun kelompok menggali kemampuan potensial masing-masing untuk mencapai sasaran-sasaran karier yang diinginkan.
d.      Mendorong pertumbuhan. Perencanaan karier yang baik akan dapat mendorong semangat kerja karyawan untuk tumbuh dan berkembang. Dengan demikian, motivasi kerja para karyawan dapat dipelihara.
e.       Mengurangi penimbunan. Ini berarti perencanaan karier akan dapat mengangkat kembali  para karyawan yang tidak berkualifikasi untuk maju sehingga tidak tertimbun tanpa  harapan
f.       Memuaskan kebutuhan karyawan. Dengan adanya perencanaan karier berarti adanya pengakuan dan penghargaan terhadap prestasi individual karyawan. Hal inilah yang akan dapat memuaskan karyawan, yang pada dasarnya merupakan kebutuhan organisasi juga.
g.      Membantu pelaksanaan rencana-rencana kegiatan yang telah disetujui. Perencanaan karier dapat membantu para karyawan agar siap untuk menduduki jabatan-jabatan yang lebih penting. Persiapan ini akan membantu pencapaian rencana-rencana kegiatan yang telah ditetapkan.
h.      Meluruskan strategi dan syarat-syarat karyawan intern. Dengan membantu karyawan didalam perencanaan karier, departemen SDM dapat mengantisipasi rencana karjanya serta mendapatkan bakat yang diperlukan untuk mendukung strategi perusahaan.
i.        Memudahkan penempatan keluar negeri. Perusahaan menggunakan perencanaan karier untuk membantu mengidentifikasi dan menyiapkan penempatan karyawan keseluruh penjuru dunia.
j.        Membantu di dalam keanekaragaman tenaga kerja. Perencanaan karier membantu karyawan beraneka ragam latar belakangnya didalam mempelajari harapan-harapan perusahaan.
k.      Menyaring potensi karyawan. Perencanaan karier mendorong karyawan untuk lebih selektif didalam menggunakan kemampuannya sebab mereka  mempunyai tujuan karier yang lebih khusus.
I.       Manfaat Pengembangan Karier
            Pada dasarnya pengembangan karier dapat bermanfaat bagi organisasi maupun karyawan.
a.       Bagi organisasi, pengembangan karier dapat :
Ø  Menjamin ketersediaan bakat yang diperlukan
Ø  Meningkatkan kemampuan organisasi untuk mendapatkan dan mempertahankan
Ø  karyawan yang berkualitas
Ø  Agar kelompok – kelompok minoritas dan wanita mempunyai kesempatan yang
Ø  sama untuk meningkatkan karier.
Ø  Mengurangi frustasi karyawan
b.      Bagi karyawan, pengembangan karier identik dengan keberhasilan karena pengembangan karier bermanfaat untuk dapat :
Ø  Menggunakan potensi seseorang dengan sepenuhnya
Ø  Menambah tantangan dalam bekerja
Ø  Meningkatkan otonomi
Ø  Meningkatkan tanggung jawab














BAB III
KESIMPULAN
            Dari apa yang sudah dijelaskan, dapat kita simpulkan bahwa Istilah “karier” telah digunakan untuk menunjukkan orang-orang pada masing-masing peranan atau status mereka. Tujuan perencanaan karier dapat ditentukan: Besar kecilnya misi organisasi,  Berat ringannya tugas  pekerjaan, Spesifikasi pekerjaan yang perlu dirumuskan,  Jenis kelompok pekerjaan yang perlu disusun, Kuantitas dan kualitas personel yang diperlukan. Dan manfaat perencanaan karier dapat dikemukakan sebagai berikut: Mengembangkan karyawan yang dapat dipromosikan,  Menurunkan perputaran karyawan, Mengungkap poteensi karyawan, Mendorong pertumbuhan, Mengurangi penimbunan, Memuaskan kebutuhan karyawan, Membantu pelaksanaan rencana-rencana kegiatan yang telah disetujui, Meluruskan strategi dan syarat-syarat karyawan intern, Membantu di dalam keanekaragaman tenaga kerja, Menyaring potensi karyawan. Pengembangan karier diperlukan guna sebagai proses untuk meningkatkan kemapuan karier sehingga potensi dan talenta yang dipunyai dapat terwujud semaksimal mungkin.











DAFTAR PUSTAKA
            Handoko, T. Hani. 1994. Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia. Yogyakarta: BPFE.
            Notoatmodjo, Soekidjo. 2009. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Rineka Cipta.



Selasa, 09 April 2019

Summary Active Passive (Tugas Softkill)

SUMMARY ACTIVE AND PASSIVE 16 TENSES
Dhiya Sekarini
3EB12/ 21216848
Tugas Softkill Bahasa Inggris Bisnis 2


1. Present Simple Tenses 
active:
[S + V1 + O]
Mother buy a pen at bookstore
passive:
S + to be (is, am, are) + V3 + by + O
A pen is bought by mother at bookstore

2. Present Continous Tenses
active:
S + to be (is, am, are) + V1-ing + O
Nizma is writing a homework right now
passive
S + to be (is,am,are) + being + V3 + by + O
A homework is being written by Nizma

3. Present Perfect Tense
Active:
S + to be (is,am,are) + being + V3 + by + O
He has repaired my bike
Passive:
S + has/have + been + V3 + by + O
My bike has been repaired by him

4. Present Perfect Continous Tense
active:
S + has/have + been + V1-ing + O
The policeman has been investigating the case since yesterday
passive:
S + has/have + been + being + V3 +by + O
The cas has been being investigated by the policeman since yesterday

5. Past Simple Tense
active:
S + V2 + O
Ani hide my shoes
passive:
S + to be (was/were) + V3 + by + O
My shoes was hidden by Ani

6. Past Continous Tense
active:
S + to be (was/were) V1-ing + O
They were copying my musics
passive:
S + to be (was/were) + being + V3 + by + O
My musics were being copied by them

7. Past Perfect Tense
active:
S + had /not + V3 + O
She had touched my heart
passive:
S + had + been + V3 + 0
My heart had bee touched by him

8. Past Perfect Continous Tense
active:
S + had + been + V1-ing + O
Vita had been being printing the book before i helped her
passive:
S + had + been + being + V3 + by + O
The book had been being printed by vita before i helped her

9. Future Simple Tense
active:
S + will/not + V1 + O
He will hit you
passive:
S + will + be + V3 + by + O
You will be hit by him

10. Future Continouse Tense
active :
S + will + be + V1-ing + O
She will be cleaning my house this morning
passive :
S + will + be + being + V3 + by + O
My house will be being cleaned by her this morning

11. Future Perfect Tense
active :
S + will + have + V3 + O
We will have paid our debts tomorrow
passive :
S + will + have + been + V3 + by + O
Our debts will have been paid by us tomorrow

12. Future Perfect Continous Tense
active:
S + will + have + been + V1-ing + O
She will have been repairing her presentation this afternoon
passive:
S + will + have + been + being + V3 + O
Her presentation will have been being prepared by her this afternoon

13.  Past Future Simple Tense
active
S + would + V1 + O
She would support you
passive
S + would + be + V3 + by + O
You would be supported by her

14. Past Future Continous Tense
Active:
S + would + be + V1-ing + O
The company would be producing several cars
Passive :
S + would + be + being + V3 + by + O
Several cars would be being produced by the company

15.  Past Future Perfect Tense
active:
S + would + have + V3 + O
She would have used your eraser if you permited her
Passive:
S + would + have + been + V3 + by + O
Your eraser would have been used by her if you permited her

16. Past Future Perfect Continous Tense
Active:
 S + would + have + been + V1-ing + O
Mila would have been deleting your message i didn’t know
Passive :
S + would + have + been + being + V3 +by + O
Your message would have been being deleted by Mila if I didn’t know

Summary Tenses English (Tugas Softkill)

SUMMARY TENSES ENGLISH
Dhiya Sekarini
3EB12/ 21216948


 Simple Present Tense : Used to indicate facts, habits, and general conditions that occur at this time.
FORMULA
( + ) S + V1 + O/C
( - ) S + do/does + not + V1 + O/C
( ? ) Do/does + S + V1 + O/C
EXAMPLE:
(+) I work hard for this company
(-) I do not work hard for this company
(?) do I work hard for this company?

2.    PRESENT CONTINUOUNS TENSE : Used to discuss ongoing actions. The most important of these tense is the duration of the verb.
FORMULA
( + ) S + to be + V1 + ing + O/C
( - ) S + to be + not + V1 + ing + O/C
( ? ) To be + V1 + ing + O/C
EXAMPLE:
(+) We are studuying English
(-) We are not studying english
(?) are we studying english?

3.  PRESENT PERFECT TENSE : Used to indicate an action or event has been completed and emphasize the results.
FORMULA
( + ) S + has/have + V3 + O/C
( - ) S + has/have + V3 + O/C
( ? ) Has/have+ S + V3 + O/C
EXAMPLE:
(+)  She has finished her homework
(-) she has not finishe her homework
(?) has she finished her homework?

4.     PRESENT PERFECT CONTINUOUS TENSES : Used to show actions that began in the past and continue to this day. Usually the action that uses this tense has a certain time duration and has relevance to the current condition.
FORMULA
( + ) S + has/have + been + V-ing
( - ) S + has/have + not + been + V-ing
( ? ) Has/have + S + been + V-ing
EXAMPLE:
(+) you have been work here since 2016
(-) you have not been working here since 2016
(?) have you been working here since 2016?

5.     SIMPLE PAST TENSE : Used to show an event in the past.
FORMULA
( + ) S + V2+ O/C
( - ) S + did + not + V2 + O/C
( ? ) Did + S + V2 + O/C
EXAMPLE:
(+)You were handsome
(-) you were not handsome
(?) were you handsome?
6.     PAST CONTINUOUS TENSE : Used to show an event that is happening in the past. Usually, there are 2 events that occurred in the past, and those interrupted events that use this tense
FORMULA
( + ) S + to be (was/were) + V-ing + O/C
( - ) S + to be (was/were) + not + V-ing + O/C
(?) Was/were + S + V-ing + O/C
EXAMPLE:
(+) i was studying english when he called
(-) i was not studying english when he called
(?) was i studying english when he called?

7.   PAST PERFECT TENSE : Used to show events that occur before a certain time in the past, and more emphasis on the results of the duration of the event. It is usually used to indicate which events occur first among 2 events that occurred in the past.
FORMULA
( + ) S + had + past participle (V3) + O/C
( - ) S + had + not + past participle (V3) + O/C
( ? ) Had + S + Past participle (V3) + O/C
EXAMPLE:
(+) i had finished my homework before i met up with my boyfriend yesterday
(-) i had not finished my homework before i met up with my boyfriend yesterday
(?) Had i finished my homework before i met up with my boyfriend yesterday?

8.    PAST PERFECT CONTINUOUS TENSE : Used to show actions that occurred in the past and have been completed at certain times in the past too. This tense emphasizes the duration of the event. This tense is also used in Reported Speech.
FORMULA
( + ) S + had + been + V-ing + O/C
( - ) S + had + not + been + V-ing + O/C
( ? ) Had + S + been + V-ing + O/C
EXAMPLE:
(+) You had been crying for an hour
(-) You had not been crying for an hour
(?) Had you been crying for an hour?

9.      SIMPLE FUTURE TENSE : Used to indicate action or a situation in the future.
FORMULA
( + ) S + will/shall + V1 + O
( - ) S + will/shall + not + V1 + O
( ? ) Will/shall + S + V1 + O
EXAMPLE:
(+) I am going to work hard for this company
(-) I am not going to work hard for this company
(?) Am I going to work hard for this company?

10.  FUTURE CONTINUOUS TENSE : Used to indicate an action or situation that will occur at a certain time in the future.
FORMULA
( + ) S + will/shall + be +  V-ing+ O
( - ) S + will/shall + not + be +  V-ing + O
( ? ) Will/shall + S + be +  V-ing + O
EXAMPLE:
(+) I will be studying English
(-) I will not studying english
(?) will i be studying english?

11.  FUTURE PERFECT TENSE : Used to show actions that will end in the future.
FORMULA
( + ) S + will/shall + have +  V3+ O
( - ) S + will/shall + not + have +  V3 + O
( ? ) Will/shall + S + have +  V3 + O
EXAMPLE:
(+)  She will have finisher her homework
(-) She will not have finished her homework
(?) Will she have finished her homework?

12. FUTURE PERFECT CONTINUOUS TENSE : Used to show actions that will continue to occur in the future. This tense emphasizes results..
FORMULA
( + ) S + will/shall + have + been  +  V-ing+ O
( - ) S + will/shall + not +have + been +  V-ing + O
( ? ) Will/shall + S + have + been +  V-ing + O
EXAMPLE:
(+) In 2020, She will have been working her for 2 years
(-) In, 2020, she will not have been working her for 2 years
(?) In 2020, will she have been working here for 2 years?

13. PAST FUTURE TENSE : Used to show actions that will be carried out in the past but failed (failed plan).
FORMULA:
( + ) S + should/would + be + O
( - ) S + should/would + not + be + O
( ? ) Should/would + S + be + O
EXAMPLE:
(+) I would come to your party if you invited me
(-) I would not come to your party if you didn’t invite me
(?) would I come to your party if you invited me?

14. PAST FUTURE CONTINUOUS TENSE : Used to show an action that will be carried out in the past and will last until a certain time in the past. This tension emphasizes the duration of the action.
FORMULA
( + ) S + should/would + be + V-ing + O
( - ) S + should/would + not + be + V-ing + O
( ? ) Should/would + S + be + V-ing + O
EXAMPLE
(+) My sister would be finishing her project last week.
(-) My sister would not be finishing her project last week.
(?) would my sister be finishing her project last week?

15. PAST FUTURE PERFECT TENSE : Used to show an action that will have been done in the past but it was not done (a failed plan). This tense emphasizes results.
FORMULA
( + ) S + should/would + have +  V3+ O
( - ) S + should/would + not + have +  V3 + O
( ? ) Should/would + S + have +  V3 + O
EXAMPLE:
(+) Abdul would have worked in companies next week
(-) Abdul would not worked in companies next week.
(?) Would Abdul have worked in companies next week?

16. PAST FUTURE PERFECT CONTINUOUS TENSE : Used to show actions that will have been and are still being carried out in the past, but they really did not happen. This tense emphasizes the duration and results.
FORMULA
( + ) S + should/would + have + been + V-ing + O
( - ) S + should/would + not + have + been + V-ing + O
( ? ) Should/would + S + have + been + V-ing + O
EXAMPLE:
(+) Erik would have been talking Japanese for three years.
(-) Erik would not have been talking Japanese for three years.
(?) Would Erik have been talking Japanese for three years?

Sabtu, 20 Oktober 2018

Tugas SIA



Tugas Sistem Informasi Akuntansi
Financial Technology (Fintech)



Universitas Gunadarma


Nama :  Dhiya Sekarini
NPM  :  21216948
Kelas  :  3EB12



1. Pengertian Financial Technology

Fintech berasal dari istilah financial technology atau teknologi finansial. Menurut The National Digital Research Centre (NDRC), fintech merupakan suatu inovasi pada sektor finansial. Tentunya, inovasi finansial ini mendapat sentuhan teknologi modern. Keberadaan fintech diharapkan dapat mendatangkan proses transaksi keuangan yang lebih praktis dan aman.

2. Sejarah Financial Technology

Perkembangan fintech atau financial technology di Indonesia tumbuh sangatlah cepat dan didominasi oleh perusahaan-perusahaan startup. Tentu saja, di zaman serba digital ini, pembaruan dan inovasi teknologi di bidang finansial sangatlah dibutuhkan untuk menfasilitasi dan memudahkan masyarakat dalam mengatur keuangannya. Keberadaan dan perkembangan fintech di Indonesia nyatanya juga didukung oleh pemerintah.
Munculnya istilah fintech  di dunia sebenarnya berawal dari abad 21. Awalnya, istilah fintech digunakan untuk teknologi yang diterapkan pada back-end dari konsumen lembaga keuangan. Tetapi, sejak akhir dekade pertama abad ke-21, istilah ini telah diperluas untuk mencakup inovasi teknologi di sektor keuangan termasuk inovasi dalam pendidikan dan kecerdasan finansial, perbankan ritel, investasi, dan mata uang kripto seperti bitcoin. Pengguna fintech di Indonesia pada tahun 2006 sampai 2007 awalnya hanya sebanyak 7% tetapi setelah terbentuknya Asosiasi Fintech Indonesia (AFI) pada September 2015 menjadi sejarah penting dalam perkembang fintech di Indonesia. Keberadaan AFI mampu menghimpun kurang lebih 30% dari seluruh pengguna fintech di Indonesia. Pengguna fintech kini meningkat menjadi 78% pada tahun 2017 dengan perusahaan sebanyak 135 hingga 140.

3. Jenis-jenis Financial Technology menurut Bank Indonesia:
  • ·         Crowdfunding dan Peer to Peer (P2P) Lending

Jenis dan konsep ini menggunakan bantuan teknologi informasi untuk menghadirkan layanan pinjam meminjam uang dengan mudah, dimana penyedia hanya menyediakan sarana yang memungkinkan pendana dan peminjam untuk melakukan proses pinjam meminjam secara online. Dengan adanya portal pinjaman yang mudah diakses kapan saja dan dimana saja, perusahaan fintech bisa menjakau peminjam dan investor di seluruh Indonesia. Keduanya memliki kesamaan tapi sebenarnya terdapat perbedaan dalam cara mendapatkannya. Mendapatkan modal dengan model crowdfunding dilakukan dengan cara berkampanye tentang ide dan model bisnis yang ditawarkan. Sedangkan Peer to peer  cocok untuk yang sudah mengalami kemampuan berbisnis minimal 2 tahun.
Contohnya adalah akseleran. Akseleran adalah portal crowdfunding terintegrasi di Indonesia. Portal ini menghubungkan startup, usaha tahap awaldan UKM yang membutuhkan modal untuk memulai atau mengembangkan usahanya dengan orang-orang yang mempunyai dana untuk diinvestasikan pada usaha-usaha tersebut, dalam bentuk pinjaman maupun ekuitas atau saham.
  • ·         Market Aggregator

Market Aggregator adalah portal yang mengumpulkan dan mengoleksi data finansial dari berbagai berbagai penyedia untuk disajikan kepada pengguna. Contohnya CekAja.com merupakan salah satu situs dari 10 situs terpopuler se-Indonesia yang menyediakan jasa market aggregator ini. Berdiri sejak 2013, CekAja.com merupakan sebuah portal keuangan yang memudahkan masyarakat untuk mengakses informasi yang dibutuhkan dalam mengambil keputusan finansial.
  • ·         Risk and Investment Manage[A1] ment

Klasifikasi dan jenis ketiga ini merupakan jenis fintech yang berfungsi sebagai perencana keuangan dalam bentuk digital. Dimana pengguna tidak perlu lagi menghubungi pihak perencana keuangan namun hanya perlu membuka aplikasi di smartphone dan mengisi data-data terkait rencana keuangan yang sesuai kebutuhan.
  • ·         Payment, Settlement, and Clearing

Portal pembayaran ini bertujuan untuk memudahkan dan mempercepat proses pembayaran atau transaksi via online. Contohnya adalah Doku dan SyarQ.




4. Meta Analisis Jurnal mengenai Financial Technology

Nama
Tahun
Variabel
Metode
Hasil
Faktor-faktor yang mempengaruhi pengguna layanan GO-PAY pada pelanggan maupun pengemudi GO-JEK
2018
Variabel Dependen dan Variabel Independen
Metode Kuisioner
·         Variabel pengetahuan produk berpengaruh positif dikalangan pelanggan.
·         Variabel manfaat berpengaruh pada pelanggan pengguna Go-Pay.
·         Variabel Kemudahan berpengaruh signifikan dalam memberi kemudahaan pengguna Go-Pay
·         Variabel kelemahan tidak terlalu berpengaruh dalam menurunkan minat pelanggan dalam menggunakan Go-Pay.
Crowdfunding sebagai Alternatif Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur
2017
Variabel Dependen
Metode Deskriptif dan Studi Literatur
Hasil yang didapat menyatakan  bahwa 6 platform crowfunding memiliki kapitalisasi yang cukup besar. 5 dari 6 platform merupakan platform berbasis pinjaman yang dikenal dengan P2P dan menghasilkan bahwa Crowdfunding bisa menjadi alternatif dalam pembiayaan infrastruktur pembangunan di Indonesia.
Financial Technology, Regulasi dan Adaptasi Perbankan di Indonesia
2018
Variabel Dependen dan Variabel Independen
Metode Primer dan Metode Sekunder
·         Inovasi disrupsi memunculkan fintech pada industri jasa keuangan bukan fenomena yang harus ditakuti dan dijauhi tapi merupakan fenomena yang harus di rangkul untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesejahteraan ekonomi.
·         Sebagai regulator, OJK menerbitkan fintech sebagai alternatif pendanaan selain bank, pasar modal dan perusahaan start-up yang menggarap bisnis fintech.
·         Beberapa bank di Indonesia sedang dan akan melakukan pembenahan karena adanya fenomena fintech. Contohnya bank mandiri yang tidak menganggap fintech sebagai ancaman melainkan ikut berkolaborasi dengan pelaku fintech.
Analisis Kepuasan Penerimaan Penggunaan Akhir Sistem Branch Delivery System (BDS) Menggunakan End User Computing Satisfication (EUCS) dan ISO/IEC pada Perusahaan Bank Indonesia
2018
Variabel Independen dan Variabel Dependen
Metode Kombinasi (Pendekatan Kualitatif dan Pendekatan Kuantitatif)
PT. XYZ melakukan inovasi layanan operasional dengan menciptakan sistem TCR yang dibuat pada tahun 2014. Hasilnya bahwa TCR dirasa mampu menjawab permasalahan yang terjadi meskipun pengguna sistem kerap kali mengalami kelalaian sehingga menyebabkan terjadinya kesalahan-kesalahan kecil seperti kesalahan menginput data.
Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan Terhadap Financial Technology (Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016)
2017
Variabel Dependen dan Variabel Independen
Metode Kepustakaan dan Metode Primer
Adanya hubungan hukum para pihak peminjam dengan POJK Nomor 77/POJK.01/2016 tentang layanan pinajm meminjam uang berbasis teknologi informasi yang timbul karena adanya perjanjian.




DAFTAR PUSTAKA





Inggrid. 2014. Sektor Keuangan dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Jurnal. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, Vol 8, No 1, Maret 2014.

Silvia, C. C. 2018. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengunaan Layanaan GO-PAY Pada Pelanggan maupun Pengemudi GO-JEK. Jurnal.  Jurusan Akuntansi , hal 28-41.

Alvani, A. A. 2018. Financial Technology, Regulasi dan Adaptasi Perbankan di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vol 3, No 1, 2018, hal 1-14.

Ramon, A. D, Frederick, S. P. 2018. Analisis Kepuasan Penerimaan Penggunaan Akhir Sistem Branch Delivery System (BDS) Menggunakan End User Computing Satisfication (EUCS) dan ISO/IEC pada Perusahaan Bank Indonesia. Jurnal. Jurnal Sistem Informasi Indonesia Vol 3, No 1, 2018, hal 1-14.

Salahuddin, R. A, Wisudanto. 2017. Crowdfunding sebagai Alternatif Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur. Jurnal. Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Universitas Airlangga; Surabaya.

Santi,Ernama, Budiharto, Hendro, S. 2017. Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan Terhadap Financial Technology (Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016). Jurnal. Jurnal Ilmu Hukum Diponooro Vol 6, No 3, 2017, hal 1-20.